Bagi sebagian orang waktu 10 hari
mungkin di anggap terlalu lama untuk bisa mengenal suatu perusahaan atau
institusi di mana nantinya kita akan beraktivitas di tempat tersebut entah
sampai kapan. Jika di bandingkan dengan waktu kuliah dulu atau jaman kita
sekolah, ospek atau mos hanya di laksanakan 3 atau 4 hari aja. Singkat banget
kan kalo kita bandingin sama Tokopedia yang mewajibkan para NewKama alias
karyawan baru untuk mengenal DNA perusahaan selama 10 hari.
Bagi sebagian orang pula waktu 10
hari bisa jadi di anggap terlalu singkat untuk bisa mengenal Tokopedia. Sebagai
mall online terbesar di Indonesia, Tokopedia memiliki bisnis yang unik dan bisa
di katakan baru untuk di negara kita. Akan ada banyak peluang dan pelajaran
yang bisa kita dapetin dari Tokopedia. Itulah sebabnya mungkin 10 hari di
anggap terlalu singkat. Buat saya pribadi, to
be honest pada awalnya sempat mikir
kalo 10 hari itu terlalu lama. Apalagi sebelum ikut Nakama Academy ini saya
udah kerja dulu di Tokopedia selama sebulan. Oh iya, udah pada tau kan Nakama
Academy itu apa? Buat yang belom tau atau udah agak lupa, bisa baca dulu
tulisan sebelumnya di ada apa di nakama academy
. Nah, setelah di jalanin dan udah berjalan hampir 10 hari, ternyata yaa emang
kelamaan sih 10 hari itu. Belum lagi adanya tugas yang kadang cukup memberatkan
dan isi acara yang tak jarang terasa membosankan. Berasa lama banget dan jadi gak
sabar buat balik kerja lagi.
Tapi bukan masalah singkat atau
lamanya durasi Nakama Academy yang akan saya bahas di tulisan ini. Seperti
layaknya IOS yang lebih mementingkan kualitas apps dibandingkan dengan kuantitas, beda sama Android yang lebih
melakukan hal sebaliknya, di sini saya juga akan kasih tau ke kalian tentang
manfaat dari mengikuti Nakama Academy. Jadi lama atau sebentar itu gak penting,
yang penting gimana cara kita memaksimalkan waktu yang ada dan apa manfaat yang
bisa kita dapetin dari Nakama Academy.
Sebuah Mimpi Besar
Tokopedia melalui pendirinya, William
Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison memiliki mimpi besar dari perusahaan ini
yaitu “Membawa Indonesia Lebih Baik Lewat Internet”. Sungguh sebuah mimpi besar
dan mulia yang sangat sulit untuk terwujud tanpa adanya kerja keras dan
kekompakan tim. Berdasarkan video yang di putar dan materi yang di bawakan saat
Nakama Academy, kedua pendiri Tokopedia tersebut memiliki ide bisnis ini pada
2007. Sangat berat pada awalnya karena jenis bisnis ini termasuk baru di
Indonesia. Sehingga sulit juga untuk mendapat investor yang berminat untuk
membiayai bisnis Tokopedia pada awal berdirinya perusahaan. Tokopedia akhirnya
resmi berdiri pada 17 Agustus 2009 setelah susah payah mendapatkan investor.
Transaksi pertama dilakukan pada tanggal tersebut adalah pembelian kaos
bertuliskan “Kami Tidak Takut”.
Lima tahun berdiri, Tokopedia berkembang
menjadi perusahaan besar seiring dengan bertumbuhnya ekonomi Indonesia dan
pesatnya perkembangan internet. Potensi dan perkembangan Tokopedia pun akhirnya
di lirik oleh investor besar. Pada 2014 Tokopedia mendapat kepercayaan
pendanaan sebesar 100 juta Dollar dari SoftBank dan Sequoia Capital. FYI, SoftBank
merupakan investor di balik kesuksesan Alibaba, sementara
Sequoia Capital merupakan investor di balik kesuksesan Apple & Google. Kepercayaan tersebut menjadi milestone
penting karena Indonesia tidak lagi dipandang sebagai negara pasar, namun telah
dianggap mampu menjadi produsen, melahirkan perusahaan kelas dunia yang mampu
bersaing secara global.
Prestasi yang diraih Tokopedia
menjadi pelajaran buat saya bahwa jangan takut untuk bermimpi. Jangan cepat
menyerah dan harus bisa lampaui diri kita agar tujuan bisa tercapai Jika kita
fokus pada tujuan dan terus bekerja keras maka kesuksesan bisa kita raih.
Thinking Out of The Box and Break Your Limit
Pada suatu sesi di Nakama Academy,
kami di tunjukkan suatu layar putih dengan sebuah kotak hijau di dalamnya. Saat
itu kami diajak berpikir apa saja yang kami lihat. Coach menggiring kami untuk berpikir kreatif dan out of the box. Jangan terpaku pada satu
gambar karena ide itu tidak ada batasnya. Kita harus lampaui batasan yang kita
punya atau istilahnya break our limit.
Di Nakama Academy ini saya belajar
untuk melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Berjualan online merupakan hal baru buat saya dan
mungkin tidak akan pernah saya lakukan jika tidak menjadi Nakama. Di sini kami
di haruskan untuk memiliki toko di Tokopedia dan bersama tim Sugar Glider kami
membuat toko bernama sugar point .
Sugar Point menjual beberapa barang seperti tongsis, mie instan, kalung, hingga
lego. Dari membuat toko saya belajar bahwa berjualan itu tidak mudah, tapi
bukan berarti tidak mungkin karena kerja keras bisa mengalahkan segalanya. Saya
juga belajar memasarkan produk dari anggota lain, Mutia Rahmah
yang telah lebih dulu terjun di dunia bisnis. Sukses terus Muti untuk bisnisnya.
Selain berbisnis dengan membuat toko
di Tokopedia, saya juga belajar hal baru dengan membuat blog. Blog dari tim
kami berisi profil dari anggota tim dan beberapa artikel yang kami buat sendiri
baik itu artikel tim maupun individu. Berkat bantuan orang-orang QA yang ada di
tim Sugar Glider, Eko Rhenardo dan Raddy, blog ini pun bisa
terwujud seperti yang sedang kalian lihat saat ini. Thank you koko Eko dan Raddy.
Saya termasuk orang yang suka baca
buku, tapi untuk membuat tulisan dan di publikasikan secara luas melalui blog
bisa di katakan tidak pernah. Di Nakama Academy ini saya ingin mencoba untuk break my limit dengan mengambil challenge untuk membuat tulisan. Artikel
dengan tema harapan di Nakama Academy yang saya beri judul “Ada Apa di Nakama
Academy” bisa kalian baca di sini dan artikel tentang e-commerce berjudul “Jangan Takut Berbelanja Online” bisa kalian
baca di sini. Untuk artikel kedua, itu adalah hasil pemikiran saya
dengan Melinda Dwi Ayu
Lestari. Makasih mbak Memey.
Buat kalian yang
punya banyak impian, ayo kita wujudkan mimpi kita bersama. Jangan batasi diri
kita dan berpikirlah out of the box karena
ide itu tidak ada batasnya. Buat yang mau mewujudkan mimpinya bersama Tokopedia
dengan menjadi Nakama, kalian bisa cek di tokopedia.com/careers. Akhir kata, sudah cek tokopedia belum?




0 comments:
Post a Comment